relativisme dan universalisme dalam ham

Posted by indri sinta octari on Juli 19, 2017 with 1 comment
Perdebatan mengenai HAM dari dulu sampai sekarang masih belum terselesaikan. masih banyak perbedaan pendapat yang terjadi mengenai HAM. Saking parahnya perdebatan mengenai HAM menyebabkan PBB tidak atau belum membuat aturan yang tetap dan mengikat mengenai HAM. tidak asa sanksi-sanksi bagi negara yang melanggar HAM. aturan tentang HAM dan pengaplikasiannya di setiap negara memang ada tapi belum jelas batasan-batan "melanggar HAM" yang pasti itu seperti apa. sebagai contoh adalah bila di negara "x" membiarkan warganya tidak mendapaat bantuan merupakan pelanggaran HAM, tapi belum tentu di negara "a" itu adalah pelanggaran HAM.
ada dua aliran HAM yang masih menjadi perdebatan yaitu universalisme dan relativisme. kedua aliran tersebut saling memberi kritik yaitu:
universalisme: mengganggap bahwa relativisme dianut terus menerus akan ada budaya "primitif yang memiliki sistem hukum sama dengan budaya barat.
relativisme: mengganngap bahwa budaya tradisional tidak dapat diubah bagaimanapun caranya.
Perdebatan panjang tentang universalisme dan relativisme didalam hak asasi manusia telah membelah negara-negara Barat yang mendukung universalisme hak asasi manusia dengan negara-negara Timur yang mengedepankan relativisme budaya.

Teori Universalisme HAM
menurut teori ini HAM adalah moral universal yang berlaku bagi semua orang. asal muasan perkembangan HAM berasal dari universalisme moral. tekanan pada teori ini yaitu pada individu bukan pada nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. hak berasal dari individu itu sendiri sebagai hakekatnya menjadi menusia bukan berasal dari negara atau diberikan oleh negara. maka dari tiu, HAM tidak dibatasi waktu, tempat, ras dan lain lain. menurut teori ini HAM tumbuh dan berkembang pada zaman pencerahan abad ke 17. pendukung teori ini adalah John Locke menurutnya "individu memiliki hak-hak alamiah yang terpisah dari pengakuan politis di negaranya". dalam relativisme komunitas adalah unit sosial yang mutlak.

Teori Relativisme Budaya
teori relativisme budaya baru muncul menjelang berakhirnya Perang dingin sebagai respon terhadap klaim universal dari gagasan hak asasi manusia internasional. teori ini berpandangan bahwa HAM harus diletakkan dalam konteks budaya tertentu dan menolak pandangan adanya hak yang bersifat universal. gagasan tentang relativisme budaya mendalilkan bahwa kebudayaan merupakan satu-satunya sumber keabsahan hak atau kaidah moral. jadi HAM harus dipahami dengan kebudayaan masing-masing di daerahnya.semua kebudayaan memiliki martabat yang sama dan harus saling menghormati.
para pemimpin negara di kawasan asia mengajukan "nilai-nilai asia" lebih relevan untuk kemajuan wilayahnya dari pada "nilai-nilai barat"
 
 

1 komentar:

  1. Lucky Club Casino Site Review and Rating 2021
    Read this Lucky Club Casino review to know about the site's current status and the casino's welcome luckyclub bonus offers. Our Lucky Club review looks at their bonuses,

    BalasHapus